Batang Natal — Hujan deras yang mengguyur wilayah Mandailing Natal menyebabkan Desa Singkuang kembali terendam banjir. Dari video yang diterima awak media kanalupdate.com pada Senin (24/11), banjir terjadi akibat luapan Sungai Muara Batang Gadis (MBG) yang diduga semakin dangkal akibat aktivitas Penambangan Emas Tanpa Izin (PETI) di wilayah hulu.
Sejumlah rumah warga dan fasilitas umum tergenang air dengan ketinggian bervariasi. Aktivitas transportasi juga nyaris lumpuh total karena jalan tidak dapat dilalui kendaraan kecil. Warga menyebut banjir kali ini datang lebih cepat dan arusnya lebih deras dibanding tahun-tahun sebelumnya.Tokoh masyarakat peduli lingkungan, Ali Mutiara Rangkuti, yang selama ini konsisten menyoroti aktivitas PETI, kembali mengingatkan bahwa kegiatan tambang ilegal telah lama menjadi ancaman serius bagi ekosistem sungai. Ia menegaskan bahwa pendangkalan sungai merupakan faktor utama yang memperparah banjir di Desa Singkuang maupun wilayah hilir.
Baca Juga:"Tentu PETI berpengaruh, apalagi Sungai Batang Natal. Dampaknya nanti ke pemukiman di hilir sungai seperti Natal, Patiluban, Bondakase, Perbatasan, Tapus, Lancat, Batugajah, hingga Aek Garingging. Bila sungai dangkal, air tidak lagi tertampung dan akan menerpa pemukiman warga dengan lebih deras," tegas Ali Mutiara.
Menurutnya, kerusakan alur sungai tidak hanya membahayakan Desa Singkuang, tetapi juga puluhan ribu warga yang bermukim sepanjang aliran Sungai Muara Batang Gadis. Ia kembali mendesak aparat penegak hukum dan pemerintah daerah untuk segera mengambil tindakan tegas terhadap aktivitas PETI yang telah berlangsung bertahun-tahun.
Warga berharap pemerintah dapat melakukan normalisasi sungai serta penataan kawasan hulu agar banjir serupa tidak kembali terjadi di masa mendatang.(Tim)