Sabtu, 11 Juli 2026

Program Satu Desa Satu Rumah Wujudkan Hunian Layak Huni

Administrator - Sabtu, 11 Juli 2026 09:58 WIB
Program Satu Desa Satu Rumah Wujudkan Hunian Layak Huni
Foto ist
Teks Foto: Bupati Deliserdang, dr Asri Ludin Tambunan meletakkan batu pertama pembangunan rumah warga, disaksikan Kadis Perkimtan Deliserdang, Yetty Sembiring SSTP; Kadis Pertanian Kabupaten Deliserdang, Elinasari Nasution SP dan OPD lainnya.

Caption foto...
DELISERDANG – Harapan Sukini, warga Desa Pematang Johar, Kecamatan Labuhan Deli, untuk memiliki rumah yang lebih layak segera menjadi kenyataan melalui Program Satu Desa Satu Rumah yang digagas Bupati Deli Serdang dr H Asri Ludin Tambunan, bersama Wakil Bupati Lom Lom Suwondo SS.

Program yang mengedepankan kolaborasi antara Pemerintah Kabupaten Deliserdang dan pemerintah desa tersebut bertujuan menghadirkan hunian layak bagi masyarakat kurang mampu. Di Desa Pematang Johar, program itu diwujudkan melalui sinergi pendanaan dari Dana Desa (DD) sebesar Rp10 juta dan Bagi Hasil Pajak dan Retribusi Daerah sebesar Rp25 juta, dengan total anggaran Rp35 juta.

Bupati, dr H Asri Ludin Tambunan mengapresiasi langkah cepat Kepala Desa Pematang Johar, Hermawan, yang baru dilantik namun langsung menunjukkan komitmennya dalam mendukung program tersebut.

Baca Juga:

"Kami ingin pembangunan dimulai dari desa. Program Satu Desa Satu Rumah bukan hanya membangun rumah, tetapi juga membangun harapan dan menghadirkan kepedulian bagi masyarakat yang membutuhkan. Karena itu, kami mengajak seluruh kepala desa berkolaborasi agar setiap desa mampu menghadirkan minimal satu rumah layak huni bagi warganya," ujarnya saat melakukan peletakan batu pertama bedah rumah, Jumat (10/7/2026).

Selama ini, Sukini tinggal bersama dua orang anaknya. Untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, keluarga tersebut mengandalkan pekerjaan serabutan, sementara salah seorang anaknya bekerja sebagai buruh bangunan dengan penghasilan yang tidak tetap.

Anak sulung Sukini, Rika Aini (25), merupakan anak berkebutuhan khusus (ABK). Meski memiliki keterbatasan, Rika tetap aktif mengikuti kegiatan belajar di PKBM dan memiliki kegemaran mendengarkan musik.

Aci, sapaan akrab Bupati, berharap langkah yang dilakukan Pemerintah Desa Pematang Johar dapat menjadi inspirasi bagi desa-desa lain di Kabupaten Deliserdang untuk menghadirkan inovasi pelayanan yang berorientasi pada kebutuhan masyarakat.

Baca Juga:

"Ketika kepala desa memiliki kepedulian dan keberanian berinovasi, manfaatnya akan langsung dirasakan masyarakat. Semangat seperti inilah yang ingin terus kita dorong di seluruh desa di Deliserdang," pungkasnya.

Menurutnya, keberhasilan pembangunan tidak hanya diukur dari banyaknya infrastruktur yang dibangun, tetapi juga dari seberapa besar manfaatnya dirasakan langsung oleh masyarakat. Hermawan, dinilai mampu menerjemahkan semangat tersebut melalui aksi nyata.

Selain merealisasikan Program Satu Desa Satu Rumah, ia juga menginisiasi pembaruan Kartu Keluarga (KK) secara serentak bagi seluruh warga Desa Pematang Johar sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualitas pelayanan administrasi kependudukan.

"Kepala desa harus mampu menghadirkan solusi atas persoalan masyarakat. Saya mengapresiasi inovasi yang dilakukan Kepala Desa Pematang Johar karena tidak hanya fokus pada pembangunan fisik, tetapi juga membenahi pelayanan publik," pungkasnya.

Baca Juga:

Hadir mendampingi bupati, Kadis Pertanian Kabupaten Deliserdang, Elinasari Nasution SP, Kadis Perkimtan, Yetty Sembiring SSTP dan OPD lainnya. (Rel)

Baca Juga:

Editor
: Administrator
SHARE:
 
Tags
 
Berita Terkait
Peringatan 1 Muharram, Pemkab Deliserdang Ajak Masyarakat Jadikan Semangat Hijrah Sebagai Penguat Persatuan
Bupati Deliserdang Beri Perhatian Untuk Pelayan Masyarakat Hingga Brigade Pangan
HUT ke-46 Dekranas, Dekranasda Deliserdang Perkuat Komitmen Majukan Perajin
Penerimaan Pajak Meningkat, Pemkab Deliserdang Perkuat Pembangunan Infrastruktur Dan Pelayanan Publik di Percut Seituan
10 Kades Deliserdang Masuk UI Lewat Program KDMK Kemendagri
Bukan Hanya Pemkab Deliserdang Yang Menggunakan Rp 38,5 Miliar, Tapi Ada Instansi Lain
 
Komentar