DELISERDANG -- Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Pertanahan (Perkimtan) Kabupaten Deliserdang, Sumatera Utara, mendukung program Nasional 3 juta rumah dan visi misi Kabupaten Deliserdang melalui bantuan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) yang digelar di Desa Lau Bekeri dan Desa Sampe Cita, Kecamatan Kutalimbaru, Kabupaten Deliserdang, Senin (22/6/2026).
Bupati Deliserdang, dr Asri Ludin Tambunan melalui Kepala Dinas Perkimtan, Yetty Sembiring SSTP MM mengatakan, RTLH merupakan program pemerintah dan mendukung visi misi Bupati Deliserdang untuk membantu Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) agar memiliki hunian yang aman, sehat, dan memenuhi standar keselamatan bangunan.Kriteria RTLH mengacu pada kondisi komponen rumah atap, lantai, dinding dengan tingkat kerusakan mencapai minimal persen.
Baca Juga:Secara rinci, indikator rumah yang berhak menerima bantuan perbaikan atau bedah rumah meliputi; atapnya terbuat dari bahan yang tidak layak, rusak, berlubang, atau sering mengalami kebocoran.
Kemudian, lantai masih berupa tanah, lembab, atau belum disemen. Dinding belum diplester (jika dinding tembok), terbuat dari papan/bilik kayu, atau anyaman bambu yang sudah lapuk dan tidak permanen.
Selain kondisi fisik bangunan, penerima bantuan program RTLH wajib memenuhi kriteria administrasi, yakni: merupakan masyarakat berpenghasilan rendah (MBR). Terdaftar dalam Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) Kementerian Sosial.Merupakan pemilik sah rumah atau tanah (dibuktikan dengan alas hak) yang bersangkutan dan berdomisili di wilayah Kabupaten Deliserdang, kata Yetty Sembiring.
Baca Juga:Kegiatan yang dilaksanakan di Kecamatan Kutalimbaru berupa gunting pita RTLH yang baru dibangun. Melakukan peletakkan batu pertama rehabilitasi SDN 101848 Lau Bakeri dan peninjauan pelayanan program Pas Jempol, CKG, Iva Test, Simulasi PBI, Jamu Desa 24 jam, Pelayanan Administrasi Kependudukan.
Kemudian, Bupati bersama rombongan ke lokasi RTLH yang akan dibangun di Dusun II Rimbun Mbaru, Desa Sampe Cita melakukan peletakkan batu pertama bedah rumah sekaligus berdialog dengan masyarakat, tutur Yetty Sembiring. (Tom)
Baca Juga:
Baca Juga: