Sabtu, 11 Juli 2026

Cegah Pernikahan Dini, Prodi Psikologi Institut Kesehatan Helvetia Edukasi Remaja di Patumbak

Administrator - Kamis, 09 Juli 2026 09:30 WIB
Cegah Pernikahan Dini, Prodi Psikologi Institut Kesehatan Helvetia Edukasi Remaja di Patumbak
Foto ist

DELISERDANG -- Sebagai wujud nyata implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi, dosen Program Studi S1 Psikologi Institut Kesehatan Helvetia menggelar kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) di SMP Negeri 1 Patumbak, Kabupaten Deli Serdang, Selasa (26/5/2026).

Kegiatan yang mengusung tema "Pemberdayaan Remaja Melalui Konseling dan Edukasi untuk Mencegah Pernikahan Dini dan Mengoptimalkan Bonus Demografi" ini bertujuan membekali generasi muda dengan pemahaman krusial mengenai pentingnya menunda usia pernikahan demi masa depan yang lebih baik.

Ketua Tim Pengabdian Masyarakat, Milna Chairunnisa, S.Psi., M.Psi., dalam keterangannya di Medan, Senin (8/6/2026), menekankan bahwa pernikahan dini merupakan tantangan sosial yang masih memerlukan perhatian serius.

Baca Juga:
Menurutnya, pernikahan pada usia remaja tidak hanya berdampak pada kesehatan reproduksi, tetapi juga menghambat jenjang pendidikan, meningkatkan kerentanan ekonomi, serta berisiko menurunkan kualitas kesehatan mental.

"Remaja perlu diberikan ruang yang aman untuk belajar, berkembang, dan merencanakan masa depannya. Melalui edukasi dan konseling yang humanis, kami ingin membantu mereka memahami bahwa menunda pernikahan demi pendidikan dan kesiapan hidup adalah investasi strategis bagi masa depan mereka sendiri," ujar Milna.

*Urgensi Kesadaran Kolektif*

Data Survei Sosial Ekonomi Nasional (Susenas) Tahun 2023 mencatat bahwa persentase perempuan usia 20–24 tahun yang menikah sebelum usia 18 tahun di Sumatera Utara masih berada di angka 10 hingga 12 persen. Angka tersebut menjadi alarm bagi semua pihak untuk terus meningkatkan kesadaran akan dampak negatif pernikahan dini.

Baca Juga:
Dalam kegiatan tersebut, para siswa SMP Negeri 1 Patumbak mendapatkan pendalaman materi terkait perkembangan psikologis remaja, perencanaan karier, serta strategi mengoptimalkan bonus demografi yang akan menjadi peluang emas bagi Indonesia.

Selain siswa, pihak sekolah juga diberikan wawasan mengenai peran pendampingan guru dalam mendukung siswa mengambil keputusan yang tepat terkait masa depannya.

*Membangun Generasi Berdaya Saing*

Program ini diharapkan mampu menciptakan efek berkelanjutan bagi lingkungan sekolah dan masyarakat sekitar Patumbak. Dengan meningkatnya kesadaran akan pentingnya pendidikan dan kematangan hidup sebelum menempuh jenjang pernikahan, diharapkan angka pernikahan dini dapat ditekan secara signifikan.

Baca Juga:
Langkah ini sekaligus menegaskan komitmen Program Studi S1 Psikologi Institut Kesehatan Helvetia dalam mendukung pembangunan sumber daya manusia yang unggul, sehat, produktif, dan berdaya saing, khususnya di wilayah Kabupaten Deli Serdang.

Editor
: Administrator
SHARE:
 
Tags
 
Berita Terkait
Peringatan 1 Muharram, Pemkab Deliserdang Ajak Masyarakat Jadikan Semangat Hijrah Sebagai Penguat Persatuan
Bupati Deliserdang Beri Perhatian Untuk Pelayan Masyarakat Hingga Brigade Pangan
HUT ke-46 Dekranas, Dekranasda Deliserdang Perkuat Komitmen Majukan Perajin
Penerimaan Pajak Meningkat, Pemkab Deliserdang Perkuat Pembangunan Infrastruktur Dan Pelayanan Publik di Percut Seituan
Program Satu Desa Satu Rumah Wujudkan Hunian Layak Huni
10 Kades Deliserdang Masuk UI Lewat Program KDMK Kemendagri
 
Komentar