Jumat, 11 September 2026
Minyak Angin Phyto Fresh

LIMA JURNALIS HILANG KONTAK DI SELAT SUNDA BELUM DIEMUKAN, TIM SAR PERLUAS PENCARIAN DI SEKITAR KRAKATAU

Administrator - Rabu, 09 September 2026 22:33 WIB
LIMA JURNALIS HILANG KONTAK DI SELAT SUNDA BELUM DIEMUKAN, TIM SAR PERLUAS PENCARIAN DI SEKITAR KRAKATAU
Tim

‎BANTEN — Operasi pencarian terhadap lima jurnalis yang hilang kontak saat hendak meliput aktivitas Gunung Anak Krakatau di Selat Sunda terus dilakukan hingga Rabu (9/9/2026).

‎Kelima jurnalis tersebut berada dalam satu speedboat bersama tiga orang lainnya. Hingga perkembangan terbaru, keberadaan mereka belum berhasil diketahui.

‎Rombongan berangkat dari kawasan Carita, Kabupaten Pandeglang, Banten, pada Senin (7/9/2026) sekitar pukul 14.00 WIB menggunakan speedboat Arupadhatu 1. Tujuan perjalanan tersebut adalah kawasan Gunung Anak Krakatau untuk melakukan peliputan aktivitas vulkanik.

‎Lima jurnalis yang berada dalam rombongan itu masing-masing M. Bagus Khoirunnas dari ANTARA, Ari Basuki dari Merdeka, Yudhis dari iNews, Daus dari Anadolu Agency, serta Donal, jurnalis lepas.

‎Selain kelima jurnalis, terdapat tiga orang lainnya, yakni Warta selaku nakhoda, Surakman sebagai anak buah kapal (ABK), dan Heriyanto yang bertugas sebagai pemandu.

‎Kontak Terputus Setelah Berangkat

‎Kekhawatiran mulai muncul setelah rombongan tidak kembali sesuai perkiraan. Berdasarkan informasi Basarnas, salah satu anggota rombongan sempat mengirimkan titik lokasi sekitar pukul 14.42 WIB.

‎Setelah itu, komunikasi dengan rombongan terputus. Hingga kemudian laporan mengenai hilangnya kontak diterima dan operasi pencarian dilakukan oleh tim SAR gabungan.

‎Pencarian tidak hanya difokuskan di sekitar titik komunikasi terakhir, tetapi terus dikembangkan dengan memperhitungkan kemungkinan pergeseran posisi kapal akibat kondisi perairan.

Pencarian Diperluas

‎Pada Rabu, tim SAR gabungan melakukan penyisiran dari perairan Pulau Sebesi menuju kawasan Krakatau, termasuk wilayah sekitar Krakatau Besar dan Krakatau Kecil dengan menurunkan 6 kapal

‎Pencarian melibatkan unsur Basarnas, TNI, Polri dan unsur terkait lainnya. Kapal-kapal SAR dikerahkan untuk menyisir sejumlah sektor di perairan Selat Sunda.

‎Laporan terbaru juga menyebutkan bahwa pencarian telah diperluas hingga sejumlah kawasan di sekitar Selat Sunda karena posisi terakhir rombongan belum dapat dipastikan.

Aktivitas Anak Krakatau Masih Tinggi

‎Pencarian berlangsung di tengah aktivitas vulkanik Gunung Anak Krakatau yang masih perlu diwaspadai.

‎Badan Geologi melaporkan aktivitas erupsi masih terjadi secara berkala, dengan material vulkanik seperti abu dan lava yang dapat terlontar dari kawah. Kondisi tersebut menjadi salah satu tantangan bagi operasi pencarian di sekitar kawasan Krakatau.

‎Gunung Anak Krakatau sendiri masih berada dalam kondisi aktivitas vulkanik tinggi sehingga keselamatan personel SAR menjadi perhatian dalam menentukan sektor pencarian.

‎Di tengah pencarian yang terus berlangsung, keluarga dan rekan-rekan para jurnalis masih menunggu kabar mengenai keberadaan mereka.

‎Belum ditemukannya speedboat maupun delapan orang yang berada di dalamnya membuat operasi pencarian terus dilanjutkan dan diperluas.

‎Hingga Rabu (9/9/2026), belum ada laporan resmi yang menyatakan kelima jurnalis beserta tiga kru tersebut telah ditemukan.

‎Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Banten, Al Amrad, mengatakan pencarian dilakukan secara maksimal dengan memperluas area penyisiran dan mengoptimalkan seluruh unsur serta sarana yang tersedia.

‎"Sampai saat ini hasil pencarian masih nihil. Kami tidak berhenti melakukan upaya pencarian. Setiap perkembangan di lapangan akan terus kami evaluasi untuk menentukan strategi berikutnya," kata Al Amrad. (Red)

Editor
: Administrator
SHARE:
 
Tags
 
Berita Terkait
 
Komentar