Sabtu, 18 April 2026

BNPB Pastikan Seluruh Unsur Bergerak Tangani Darurat Longsor Cilacap, SAR Fokus Cari 20 Korban

Administrator - Minggu, 16 November 2025 10:01 WIB
BNPB Pastikan Seluruh Unsur Bergerak Tangani Darurat Longsor Cilacap, SAR Fokus Cari 20 Korban
Foto: Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB
KOORDINASI: Deputi Bidang Penanganan Darurat BNPB, Mayjen TNI Budi Irawan (tengah) memimpin rapat koordinasi penanganan darurat bencana tanah longsor di Pos Lapangan Desa Cibeunying, Kecamatan Majenang, Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah pada Jumat (14/11/2025).

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) memastikan seluruh unsur bergerak bersama dalam penanganan darurat bencana tanah longsor di Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah. Hal ini disampaikan Deputi Bidang Penanganan Darurat BNPB, Mayjen TNI Budi Irawan, saat meninjau lokasi terdampak di Desa Cibeunying, Kecamatan Majenang, pada Jumat (14/11/2025) sore.

Kehadiran Budi merupakan instruksi langsung dari Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto sebagai tindak lanjut perintah Presiden Prabowo Subianto agar penanganan longsor dilakukan secara cepat, efektif, dan tuntas hingga masa tanggap darurat selesai.

"Presiden Prabowo Subianto menyampaikan duka dan perhatian yang besar terhadap peristiwa ini. Beliau memerintahkan BNPB hadir di lapangan untuk memastikan penanganan darurat berjalan maksimal," ujar Budi dalam rapat koordinasi bersama Pemerintah Kabupaten Cilacap, Jumat malam.

Budi menjelaskan bahwa BNPB telah berkoordinasi dengan BPBD Provinsi, Basarnas, dan seluruh unsur terkait untuk memenuhi kebutuhan mendesak terutama pada masa golden time pencarian korban.

Respons Cepat Pemerintah Daerah dan Kekuatan Tim SAR

Usai memimpin rapat koordinasi, Budi mengapresiasi langkah cepat Pemerintah Daerah yang segera mengerahkan tim tanggap darurat. Tim SAR gabungan yang berjumlah 512 personel dari Basarnas, BPBD, TNI, Polri, serta berbagai relawan seperti MDMC, SAR MTA, SIAGA BENCANA Ciamis, Serayu Rescue, Tagana, Pemuda Pancasila, Redkar, dan FPRB Cijati telah dikerahkan sejak hari pertama longsor, Kamis (13/11).

Di lokasi kejadian juga telah dibuka Pos Lapangan, klaster penanganan kebencanaan, dapur umum, serta pos kesehatan untuk warga terdampak maupun petugas.

Operasi Pencarian Hari Kedua

Basarnas sebagai leading sektor membagi tiga area operasi pencarian dengan dukungan empat alat berat. Hingga Jumat (14/11), tim SAR berhasil menemukan satu korban meninggal dunia pada pukul 10.56 WIB. Dengan temuan ini, jumlah korban yang masih dalam pencarian menjadi 20 orang.

Operasi SAR sempat dihentikan pukul 16.30 WIB karena hujan deras yang berisiko memicu longsor susulan. Kondisi cuaca menjadi tantangan utama bagi tim di lapangan.

Rencana Operasi SAR Hari Ketiga

Operasi pencarian akan dilanjutkan Sabtu (15/11) dengan peningkatan kekuatan alat berat menjadi delapan unit sesuai instruksi Budi Irawan. Jika dinilai masih kurang, penambahan akan dilakukan kembali.

Selain itu, satu ekor anjing pelacak dari unit K9 Kantor SAR Semarang dikerahkan untuk membantu mendeteksi keberadaan korban.

SHARE:
 
Tags
 
Berita Terkait
Pawai Obor Semarakkan Malam Takbiran di Deli Tua, Tradisi Religius Terus Dilestarikan  ‎
Monitoring KDMP Wonosari, Kadis Koperasi Deli Serdang: Bangunan Masih Ada yang Belum Sesuai Rancangan Awal
Bupati Deli Serdang Terima Kunjungan Kerja Spesifik Komisi VIII DPR RI, Bahas Penanganan dan Mitigasi Bencana. ‎
Pemprov Sumut Siapkan Rp430 Miliar untuk Pemulihan Pascabencana
Rintihan Ibu, Anaknya Korban Peluru Nyasar Tawuran di Belawan
Korban Banjir Bandang dan Longsor di Sumatera Terima Bantuan Rp8 Juta per KK
 
Komentar