Jumat, 15 Mei 2026

Deliserdang Peringkat 1 Pelaksanaan GPM se-Indonesia Tahun 2025

Administrator - Kamis, 15 Januari 2026 18:43 WIB
Deliserdang Peringkat 1 Pelaksanaan GPM se-Indonesia Tahun 2025
Foto: Ist

DELISERDANG I Deliserdang menjadi kabupaten/kota penyelenggara Gerakan Pangan Murah (GPM) terbanyak di Indonesia Tahun 2025.

Berdasarkan penilaian Badan Pangan Nasional (BPN) per 31 Desember 2025, ada lima kabupaten/kota penyelenggara GPM terbanyak di Indonesia Tahun 2025. Kelima kabupaten/kota tersebut, antara lain Kabupaten Deliserdang dengan 851 penyelenggaraan, Kota Semarang 849 penyelenggaraan, Kabupaten Bogor 755 penyelenggaraan, Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap) 356 penyelenggaraan, dan kelima Kabupaten Kebumen sebanyak 344 penyelenggaraan.

Untuk tingkat provinsi, Sumatera Utara di posisi keempat dengan 1.305 penyelenggaraan, di bawah Sulawesi Selatan di posisi ketiga dengan 1.336 penyelenggaraan. Di posisi dua ditempati Jawa Barat dengan 1.506 penyelenggaraan, dan posisi pertama adalah Jawa Tengah dengan 2.461 penyelenggaraan. Sedangkan di posisi kelima, tepat satu strip di bawah Sumatera Utara ditempati Sulawesi Utara dengan 781 penyelenggaraan.

Baca Juga:
"Kita patut bersyukur karena menjadi nomor satu se-Indonesia dalam penyelenggaraan Gerakan Pangan Murah. Keberhasilan ini berkat dukungan dan kerja sama semua pihak, dan support yang terus menerus diberikan oleh Bupati, Bapak dr H Asri Ludin Tambunan dan Wakil Bupati, Bapak Lom Lom Suwondo SS," ucap Kepala Dinas (Kadis) Ketahanan Pangan (Ketapang) Deliserdang, Rahman Saleh Dongoran SP MSi, Kamis (15/1/2026).

Penyelanggaraan GPM, lanjut Kadis Ketapang, merupakan salah satu solusi dalam upaya mengendalikan laju inflasi yang terjadi di tahun 2025 lalu.

"GPM yang kita laksanakan merupakan langkah konkret untuk menjaga stabilitas harga dan memenuhi kebutuhan pokok masyarakat," imbuh Kadis Ketapang.

Upaya lain yang dilaksanakan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Deliserdang dalam mengendalikan inflasi, menjaga stabilitas harga, dan menjaga daya beli masyarakat, dengan membuka Toko Pantau dan Pengendali Inflasi (Toppis) atau disebut juga Kios Deliserdang Sehat (KDSS).

Baca Juga:
Pelaksanaan GPM dan Toppis atau KDSS, sebut Kadis Ketapang, merupakan inisiasi langsung dari Bupati Deliserdang, dr H Asri Ludin Tambunan, yang telah memberi dampak signifikan terhadap laju inflasi yang terjadi.

"Dengan adanya GPM, Toppis atau KDSS berpengaruh signifikan. Laju inflasi berangsur mulai terkendali," sebut Kadis Ketapang.

Berdasarkan arahan Bupati, lanjut Kadis Ketapang, agar di tahun 2026 ini, GPM bisa diselenggarakan lebih banyak daripada tahun 2025 lalu. (Tom)

Baca Juga:

Editor
: Administrator
SHARE:
 
Tags
 
Berita Terkait
Peresmian Gedung Serbaguna Central Park Zoo Diiringi Perayaan HUT Anwar Effendi Khoo Yang ke 70 Tahun
Pertama di Sumut, Kadus Terima Insentif Pemungutan Pajak
Kolaborasi Pemkab Dan PT Galatta Lestarindo Hadirkan Gedung Rawat Inap Baru RSUD Pancur Batu
Bupati Dan Wakil Bupati Tampung Aspirasi Petani, Peternak
Bukan Ditahan RSUD Drs H Amri Tambunan, Pasien Belum Layak Pulang Dan Akan Ada Tindakan Medis
Bupati Apresiasi Pengungkapan 89 Kg Sabu, Sanksi Berat Bagi ASN Terlibat
 
Komentar