DELISERDANG -- Pasca pelaksanaan Musyawarah Cabang (Muscab) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Deliserdang 2026 di Lubukpakam, Sumatera Utara, dinamika politik internal partai kian memanas.
Situasi bahkan mulai diwarnai beredarnya flyer klaim kemenangan di sejumlah grup WhatsApp, meski keputusan resmi dari DPP masih belum ditetapkan.
Di tengah riuhnya klaim dan manuver politik tersebut, suara rasional justru datang dari kalangan pengamat. Salah satunya adalah Faisal Siregar (foto), yang secara terbuka memberikan dukungan kepada salah satu kandidat kuat, Julyadi Pulungan.
Baca Juga:
Menurut Faisal, di tengah kebutuhan akan stabilitas dan arah baru partai, figur Julyadi Pulungan hadir sebagai representasi kepemimpinan yang tidak hanya matang, tetapi juga relevan dengan tantangan zaman.
"Julyadi bukan sosok yang lahir dari ruang kosong. Ia ditempa oleh proses panjang dalam organisasi, sehingga karakter kepemimpinannya terbentuk secara alami dan teruji," ujar Faisal, Rabu (8/4/2026).
Lebih jauh, Faisal menyoroti rekam jejak Julyadi yang pernah memimpin organisasi kepemudaan besar di Deliserdang, yakni Karang Taruna dan pernah menjabat sebagai Sekretaris DPC PKB Deliserdang.
Menurutnya, pengalaman tersebut bukan sekadar catatan administratif, melainkan bukti nyata kapasitas dalam mengelola dinamika, merawat kader, serta menjaga soliditas di tengah perbedaan.
Baca Juga:
"Memimpin organisasi kepemudaan itu tidak mudah. Disana ada dinamika, ada konflik, ada kepentingan yang harus disatukan. Jika seseorang mampu melewati itu semua, maka dia punya fondasi kuat untuk memimpin partai," tegasnya.
Dalam konteks politik kekinian, Faisal menilai PKB Deliserdang membutuhkan lebih dari sekadar figur populer. Dibutuhkan pemimpin yang mampu menjadi jembatan antara generasi lama dan semangat baru, antara pengalaman dan inovasi.
"Partai tidak boleh terjebak pada pola lama. Harus ada keberanian untuk memberi ruang kepada pemimpin muda yang sudah teruji. Dan saya melihat itu ada pada diri Julyadi," lanjutnya.
Ia juga mengingatkan bahwa Muscab kali ini bukan sekadar agenda rutin organisasi, melainkan momentum strategis untuk menentukan arah masa depan partai. Salah memilih pemimpin, menurutnya, bisa berakibat pada stagnasi bahkan kemunduran Partai.
Baca Juga:
"Kalau ingin PKB Deliserdang tetap relevan dan kompetitif, maka pilihan harus jatuh pada figur yang punya visi, pengalaman, dan keberanian untuk berbenah. Julyadi memenuhi itu," katanya.
Di tengah berbagai spekulasi dan klaim sepihak yang beredar, Faisal mengajak seluruh kader untuk menahan diri dan menghormati proses yang sedang berjalan di tingkat DPP. Namun ia juga menegaskan bahwa dukungan terhadap figur yang tepat adalah bagian dari dinamika demokrasi internal.
"Muscab ini harus melahirkan sejarah baru, bukan sekadar pergantian kepemimpinan biasa. Ini momentum untuk menghadirkan energi dan semangat baru melalui sosok pemimpin muda yang sudah teruji, bukan yang instan," pungkasnya.
Dengan segala dinamika yang ada, nama Julyadi Pulungan kini semakin menguat sebagai simbol harapan baru bagi PKB Deliserdang—sebuah kombinasi antara pengalaman, ketegasan, dan semangat perubahan yang sulit untuk diabaikan. (Tom)
Baca Juga: