Kamis, 09 April 2026

Pemkab Deliserdang Ikuti Lokalatih Penguatan Perlindungan Pekerja Migran

Administrator - Jumat, 27 Maret 2026 12:30 WIB
Pemkab Deliserdang Ikuti Lokalatih Penguatan Perlindungan Pekerja Migran
Foto: Ist

DELISERDANG -- Bupati Deliserdang, Asri Ludin Tambunan, yang diwakili Kepala Dinas Ketenagakerjaan (Kadisnaker), Drs Syahdin Setia Budi Pane menghadiri pembukaan Lokakarya Pelatihan (Lokalatih) Penguatan Kapasitas Layanan Lini Depan Perlindungan Pekerja Migran di D'Prima Hotel Kualanamu, Kecamatan Batangkuis, Kabupaten Deliserdang, Sumatera Utara, Rabu (25/3/2026).

Kegiatan ini diselenggarakan International Labour Organization bekerja sama dengan United Nations Office on Drugs and Crime dan dibuka oleh Direktur Jenderal Perlindungan Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (KP2MI), Rinardi Rusman.

Dalam sambutannya, Rinardi Rusman mengapresiasi Pemerintah Kabupaten Deliserdang sebagai tuan rumah kegiatan, meski masih dalam suasana Lebaran. Ia menilai hal tersebut mencerminkan komitmen kuat dalam memperkuat sinergi perlindungan pekerja migran Indonesia.

Baca Juga:
Ia menjelaskan, transformasi kelembagaan dari BP2MI menjadi kementerian merupakan bentuk keseriusan pemerintah dalam meningkatkan perlindungan pekerja migran. Untuk itu, diperlukan dukungan pemerintah daerah, termasuk dalam penyediaan sarana kesehatan terakreditasi guna memastikan kesiapan calon pekerja migran sebelum diberangkatkan.

"Jika pemeriksaan kesehatan tidak sesuai standar, pekerja migran bisa dipulangkan dari negara tujuan, yang tentu merugikan secara finansial dan mental," ujarnya.

Dirjen juga menyoroti kompleksitas persoalan pekerja migran, khususnya terkait tindak pidana perdagangan orang (TPPO) dan kerja paksa. Kemudahan akses ke luar negeri dinilai meningkatkan risiko masyarakat berangkat secara nonprosedural dan rentan terhadap eksploitasi.

Karena itu, ia menekankan pentingnya kemampuan lintas sektor dalam mengidentifikasi, merespons, dan memperkuat koordinasi penanganan kasus. Ia juga menyoroti peran desa sebagai garda terdepan melalui program Desa Migran EMAS (Edukatif, Maju, Aman, dan Sejahtera).

Baca Juga:
Sementara itu, Bupati melalui Kadisnaker, Drs Syahdin Setia Budi Pane menegaskan bahwa sesuai Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2017, pemerintah daerah memiliki tanggung jawab strategis dalam memberikan perlindungan pekerja migran pada seluruh tahapan, mulai dari sebelum hingga setelah bekerja.

Pemkab Deliserdang telah melaksanakan berbagai program pelatihan pada 2025, seperti housekeeping dan bahasa Jepang. Pada 2026, program tersebut diperluas dengan penambahan pelatihan barista guna meningkatkan kompetensi dan daya saing calon pekerja migran di pasar kerja internasional.

Selain itu, sinergi dengan pemerintah pusat juga diperkuat melalui penandatanganan nota kesepakatan dengan KP2MI pada 15 Desember 2025. Data menunjukkan, sebanyak 612 pekerja migran asal Deliserdang ditempatkan pada 2025, sementara hingga Maret 2026 telah mencapai 450 orang dengan negara tujuan seperti Malaysia, Jepang dan Brunei Darussalam.

"Peluang kerja di luar negeri masih terbuka luas, namun harus dibarengi dengan kesiapan dan perlindungan maksimal agar terhindar dari praktik ilegal," tegasnya.

Baca Juga:
Perwakilan UNODC, Abie Sancaya, dalam kesempatan tersebut menekankan bahwa perdagangan orang merupakan kejahatan serius yang terus berkembang, termasuk melalui teknologi digital.

Ia menegaskan pentingnya pendekatan yang berpusat pada korban (victim-centered approach), serta kolaborasi lintas sektor dalam upaya pencegahan dan penanganan TPPO.

Sementara itu, perwakilan ILO Indonesia, Sinthia Dewi Harikrisnowo, melaporkan bahwa kegiatan yang berlangsung pada 25–27 Maret 2026 ini diikuti 50 peserta dari unsur pemerintah, lembaga layanan, dan aparat penegak hukum.

Lokalatih ini bertujuan meningkatkan kapasitas dalam pencegahan, identifikasi, serta penanganan perdagangan orang, kerja paksa, dan penyelundupan migran secara terpadu, responsif gender, dan berpusat pada penyintas.

Baca Juga:
Kegiatan ini merupakan bagian dari program PROTECT yang diinisiasi ILO dan UNODC untuk mendorong terciptanya sistem migrasi tenaga kerja yang aman, adil, inklusif, dan berkelanjutan.

Melalui kegiatan ini, diharapkan terbangun sinergi yang semakin kuat antara pemerintah pusat, daerah, dan para pemangku kepentingan dalam memberikan perlindungan optimal bagi pekerja migran Indonesia, khususnya dari Kabupaten Deliserdang.

Masih Kadisnaker Drs Syahdin Setia Budi Pane yang didampingi Aswin Sembiring, Kabid penempatan tenaga kerja, dalam kegiatan ini ada dua kecamatan yang diikutsertakan, yakni dari Kecamatan Tanjungmorawa dan Kecamatan Batangkuis.

Dari Kecamatan Tanjungmorawa, ada tiga Desa Migran Emas (Edukatif, Maju Aman dan Sejahtera) dari Tanjungmorawa, yaitu Desa Limaumanis, Desa Bangunsari dan Desa Dalu Sepuluh B.

Baca Juga:
Sedangkan dari Kecamatan Batangkuis, Desa Batangkuis Pekan, Desa Baru, Desa Tumpatan Nibung. (Tom)

Editor
: Administrator
SHARE:
 
Tags
 
Berita Terkait
Bupati dr H Asri Ludin Tambunan Pimpin Mabicab, Pramuka Deliserdang Ditarget Jadi Terbaik di Sumut
Pengamat Politik Dukung Julyadi Pulungan Pimpin PKB Deliserdang: Momentum Lahirnya Pemimpin Muda Yang Teruji
Bupati Deliserdang Tinjau Langsung Longsor Sembahe, Percepat Penanganan Dan Bantuan Untuk Korban
Pemkab Deliserdang Buka Peluang Kolaborasi Dengan UT Perluas Akses Pendidikan
Kajari Deliserdang: Laporkan Jika Ada Anggota "Menakut-nakuti dan Bertindak Aneh"
Bupati Deliserdang Sidak Pustu Dan Sekolah, Tekankan Kualitas Layanan
 
Komentar