Kamis, 23 April 2026

Tekan Angka Kematian, PPM S3 Kedokteran USU Sosialisasikan Kanker Kolorektal ke Warga Gunung Meriah

Administrator - Senin, 15 Desember 2025 15:17 WIB
Tekan Angka Kematian, PPM S3 Kedokteran USU Sosialisasikan Kanker Kolorektal ke Warga Gunung Meriah
Foto: Ist

GUNUNG MERIAH– Kanker kolorektal, yang dikenal sebagai kanker usus dan terjadi di usus besar, rektum, atau usus buntu, merupakan salah satu penyakit mematikan yang menjadi beban kesehatan global. Di negara berkembang, sekitar 60 persen kasus kanker kolorektal berakhir pada kematian, menunjukkan rendahnya kesadaran masyarakat terhadap deteksi dini.

Fakta ini disampaikan oleh dr. Asri Ludin Tambunan M.Ked (PD), Sp.PD-KGEH, pada kegiatan Edukasi Kanker Kolorektal dalam rangka Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat (PPM) Program Studi S3 Fakultas Kedokteran Universitas Sumatera Utara di Jambur Desa Gunung Meriah, Jumat (21/11/2025).

Dalam penyampaian materinya, dr Asri Ludin Tambunan menjelaskan bahwa kanker kolorektal adalah kanker paling sering didiagnosis kedua pada wanita, ketiga pada pria, dan keempat secara global.

Baca Juga:

"Setiap tahun lebih dari satu juta kasus baru ditemukan di seluruh dunia. Banyak pasien datang terlambat karena takut berobat atau lebih percaya pada metode alternatif," ujarnya yang juga sebagai Ketua Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat (PPM).

Ia menegaskan bahwa banyak penderita tidak merasakan gejala di tahap awal. "Gejalanya bisa berupa diare, sembelit, darah dalam tinja, sakit perut, penurunan berat badan, hingga kelelahan. Ketika penanganan terlambat, hasil terapi biasanya juga kurang optimal dan berdampak pada kesejahteraan serta kondisi ekonomi keluarga," jelasnya.

Ia berharap edukasi ini dapat meningkatkan kesadaran dan pemahaman masyarakat terkait risiko, gejala, dan urgensi deteksi dini penyakit berbahaya. dr. Asri yang juga merupakan Bupati Deliserdang ini juga menekankan komitmen penyebaran edukasi yang lebih luas agar pencegahan dapat dilakukan sedini mungkin.

Sementara itu, dr Frenky J. Manurung, MARS, M.Ked (PD), Sp.PD memaparkan bahwa pola makan tinggi daging olahan merupakan salah satu faktor risiko utama.

Baca Juga:

"Kurangnya konsumsi buah dan sayur, gaya hidup tidak sehat, obesitas, merokok, serta konsumsi alkohol berlebih sangat berkontribusi terhadap perkembangan kanker kolorektal," katanya.

Ia menambahkan bahwa kanker kolorektal adalah kanker ketiga paling umum di dunia, mencakup sekitar 10 persen dari seluruh kasus kanker, dan menjadi penyebab kematian terkait kanker kedua secara global, terutama menyerang masyarakat berusia 50 tahun ke atas.

"Tingkat kewaspadaan harus ditingkatkan. Skrining adalah kunci. Pemeriksaan seperti FOBT, sigmoidoskopi fleksibel, kolonoskopi, hingga kolonoskopi virtual dapat membantu mendeteksi kanker lebih awal," pungkasnya.

dr Frenky juga menerangkan bahwa dalam sebuah penelitian yang dilakukan di Amerika Serikat menunjukkan bahwa pasien yang diskrining secara teratur dan setiap tahun memiliki kemungkinan 33 persen lebih kecil untuk meninggal akibat kanker kolorektal dibandingkan dengan mereka yang tidak diskrining.*

Baca Juga:

Editor
: Administrator
SHARE:
 
Tags
 
Berita Terkait
Janso: Penataan Kabel Udara Deliserdang Dimulai, Lubukpakam Jadi Pilot Project
Pemekaran Percut Seituan Dan Sunggal Masuk Prioritas Propemperda 2026
Musrenbang RKPD Sumut 2027, Bupati Deliserdang Teken MoU Dan Raih Penghargaan Mendagri
Bakesbangpol Gelar Peningkatan Kualitas Pelayanan Publik
Benteng Integritas Petugas Lapas, Ikrarkan Perang Total Lawan Handphone Ilegal, Pungli Dan Narkoba
Pesta "Parheheon Ina" Resort HKBP Moria BSP Lubukpakam Berlangsung Hikmah
 
Komentar